Postingan

Menampilkan postingan dengan label BI-rate

Ekonom Ramalkan Inflasi Oktober Tembus 0,1 Persen

Gambar
Sumber: CNN Jakarta , CNN Indonesia -- Sejumlah ekonom meramalkan tingkat harga bulan Oktober akan mengalami kenaikan atau inflasi. Pada periode yang sama tahun lalu, tingkat harga mengalami deflasi sebesar 0,08 yang dipicu oleh penurunan harga kelompok bahan makanan. Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede memperkirakan, secara bulanan, inflasi Oktober berada di level 0,13 persen ( month-to-month /mtm). Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga yang diatur pemerintah ( administered prices ) berupa kenaikan tarif kereta api listrik (KRL), tarif listrik, dan tarif tol yang secara keseluruhan menyumbang tambahan inflasi bulanan sekitar 0,05 hingga 0,06 persen.

Butuh Tiga Bulan Turunkan Bunga Kredit

Gambar
Sumber: Foto: toni suhartono/INDOPOS INDOPOS.CO.ID– Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen. Meski demikian, suku bunga kredit perbankan tidak bisa diharapkan turun dalam waktu dekat. Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, pada periode Januari–Agustus, tingkat suku bunga simpanan deposito telah turun 100 basis point (bps) dan bunga kredit turun 52 bps. ”Kelihatannya memang perbankan masih ada penyesuaian,” ujar Agus di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (23/9).

Obligasi: Tetap optimistis di tengah tekanan

Gambar
Oleh Akbar Suwardi ( Ekonom Perbankan ) Dengan penurunan BI-rate dan terkendalinya tingkat inflasi, yield (imbal hasil) obligasi di Indonesia ikut menurun di awal tahun. Berdasarkan data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), penurunan yield obligasi pemerintah untuk tenor 10 tahun di akhir bulan April sebesar 12,8% (ytd) dari 8,93% menjadi 7,71%. Penurunan yield tersebut otomatis akan meningkatkan harga dari obligasi sehingga dapat dikatakan pasar obligasi Indonesia di awal tahun   bullish . Namun, kondisi bullish tersebut tidak dilanjutkan di bulan Mei. Banyak sentimen negatif yang menyebabkan kondisi itu. Sentimen dari domestik dimulai pada awal Mei, yakni pengumuman tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2016 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2016 hanya sebesar 4,92% atau berada di bawah ekspektasi sebesar 5,05%. Kondisi itu menekan pasar obligasi Indonesia, tercatat yield obligasi 10 tahun pemerintah sempat naik hingga seki...

Meyelamatkan Daya Beli Masyarakat

Gambar
Oleh Akbar Suwardi ( Ekonom Perbankan )    Berdasarkan survei konsumen yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), Indeks keyakinan konsumen (IKK) Juni 2015 tercatat 111,3 poin atau turun 1,5 poin dibanding bulan Mei. Namun, dengan tingkat IKK diatas level 100 poin menandakan bahwa keyakinan konsumen pada bulan Juni masih berada pada level optimis. Pelemahan IKK dikarenakan pelemahan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 2,3 poin dan 0,5 poin dari bulan sebelumnya. Menurunnya tingkat keyakinan konsumen merupakan salah satu indikator menurunnya tingkat konsumsi karena masyarakat akan cenderung menunda pengeluarannya. Hal tersebut juga tercermin pada rata-rata besarnya pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average prospensity to consume) tercatat menurun sebesar 0,6% dari bulan sebelumnya menjadi 67,1%. Sebaliknya, konsumen terindikasi berusaha meningkatkan simpanannnya untuk berjag...

Meninjau Dampak BI-rate Terhadap Industri

Gambar
Oleh Akbar Suwardi ( Ekonom Perbankan )     Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia B ulan Juli 2014 memutuskan tetap mempertahankan BI Rate di level 7,50. K ebij a kan tersebut merupakan upaya untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4,5±1% pada 2014 dan 4±1% pada 2015 serta menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat. Seperti diketahui, angka BI - r ate dilevel tersebut sudah berlangsung selama 8 bulan (semenjak November 2013), namun menjadi pertanyaan besar apakah sudah efektif sesuai dengan tujuannya? dan bagaimana dampaknya terhadap industri, khususnya industri perbankan dan industri manufaktur ? Di lihat dari i nflasi, pada bulan Juni 2014 tercatat se besar 6,70% (yoy) sudah jauh lebih kecil dari pada bulan Mei 2014 yang tercatat sebesar 7,32% (yoy). Total inflasi sampai dengan Juni 2014 tercatat hanya sebesar 1,98%, jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan tahun 2013 (3,31%) dengan periode yang sama. Sehingga dapat ...