Postingan

Menampilkan postingan dengan label 7-day reverse repo rate

Butuh Tiga Bulan Turunkan Bunga Kredit

Gambar
Sumber: Foto: toni suhartono/INDOPOS INDOPOS.CO.ID– Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen. Meski demikian, suku bunga kredit perbankan tidak bisa diharapkan turun dalam waktu dekat. Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, pada periode Januari–Agustus, tingkat suku bunga simpanan deposito telah turun 100 basis point (bps) dan bunga kredit turun 52 bps. ”Kelihatannya memang perbankan masih ada penyesuaian,” ujar Agus di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (23/9).

Dorong Konsumsi dan Permintaan Kredit

Gambar
Sumber: .sumeks.co.id./ JPNN JAKARTA – Pemulihan konsumsi masyarakat menjadi penting untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi. Permintaan kredit yang masih berada dalam titik lemah membuat Bank Indonesia (BI) perlu kembali melonggarkan kebijakan moneter. Bank sentral kemarin (22/9) memangkas suku bunga acuan 25 basis point dari 5,25 persen menjadi 5 persen. Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menyatakan bahwa BI perlu mendorong ekonomi di tengah risiko pelemahan global. ’’Pelonggaran diharapkan dapat memperkuat upaya untuk mendorong permintaan domestik. Langkah ini juga bertujuan menjaga stabilitas makroekonomi,’’ ujarnya di gedung BI, Jakarta, kemarin. Kebijakan penetapan 7-day reverse repo rate sejak bulan lalu mengakibatkan suku bunga deposito turun 100 bps. Namun, suku bunga kredit hanya turun 52 bps. Agus mengakui bahwa permintaan kredit masih relatif lemah. Tetapi, dia menggarisbawahi bahwa kredit dalam rupiah masih tercatat tumbuh. Namun, ada pelemahan yang dipicu tur...

Penurunan BI Repo Rate Diragukan Berdampak Besar ke Perekonomian

Gambar
Sumber: Sindonews JAKARTA   - Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan BI 7 Days Repo Rate menjadi 5%, setelah sebelumnya ditahan di angka 5,25%, menurut Ekonom Indef Eko Listiyanto merupakan hal yang wajar. Dia menerangkan faktor pendorong penurunan BI Repo Rate terutama karena inflasi yang terkendali dan nilai tukar yang cukup stabil. "Namun, daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi seiring penurunan BI 7 Days Repo sebesar 25 bps ini belum akan berdampak cukup besar bagi perekonomian," kata dia di Jakarta.   Lanjut dia menerangkan alasannya karena pada semester II tahun 2016, terutama sektor riil menghadapi tantangan dari sisi terbatasnya peningkatan permintaan. Sehingga menurutnya perbankan sengaja menurunkan penyaluran kredit mengikuti siklus ekonomi yang sedang menurun.