Postingan

Menampilkan postingan dengan label bank indonesia

Dampak implementasi NPG di Indonesia

Gambar
Sumber: Kontan Oleh Akbar Suwardi ( Ekonom Perbankan ) Sistem pembayaran national payment gateway (NPG) menjadi salah satu dari lima inisiatif sistem pembayaran yang diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) pada awal September 2016. Dijelaskan oleh BI bahwa NPG untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan sistem pembayaran yang efisien dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut sangat relevan mengingat banked population di Indonesia hingga saat ini masih di bawah 30% dan total simpanan terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya sekitar 40%. Di sisi lain, sistem pembayaran adalah kunci dari efektivitas implementasi kebijakan moneter. Karena melalui transaksi pasar uang, kebijakan moneter dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi dan keuangan. Oleh sebab itu terciptanya sistem pembayaran yang efektif dan efisien sesuatu hal yang sangat diperlukan.

2017, Ekonomi Lebih Menjanjikan

Gambar
Sumber: Berita Satu Jakarta -Perekonomian Indonesia tahun depan lebih menjanjikan dan membaik. Sukses program amnesti pajak ( tax amnesty ) telah menumbuhkan kepercayaan investor dan dunia usaha. Keberhasilan amnesti pajak juga akan memberikan ruang fiskal yang lebih baik, sehingga belanja infrastruktur bakal lebih agresif. Ekspor diprediksi lebih baik dari tahun ini karena bangkitnya harga komoditas. Konsumsi masyarakat membaik dan tetap menjadi motor pertumbuhan. Dampak paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah akan terasa pada tahun depan yang bakal mendongkrak investasi. Kurs rupiah dan laju inflasi untuk tahun 2017 dan 2018 bakal tetap terkendali seperti level tahun ini. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal terus meningkat seiring kenaikan laba para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tetap derasnya aliran modal masuk ( capital inflow ). Demikian rangkuman pandangan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, ...

Cadangan Devisa Agustus Naik US$ 2,1 Miliar

Gambar
Sumber: Investor Daily Yosi Winosa/NAS Investor Daily Jakarta – Cadangan devisa (cadev) Indonesia posisi akhir Agustus 2016 mencapai US$ 113,5 miliar, naik US$ 2,1 miliar dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2016 yang sebesar US$ 111,4 miliar. Posisi terbaru cadev tersebut melanjutkan peningkatan yang terus terjadi sejak akhir Juni 2016 lalu yang naik menjadi US$ 109,8 miliar, dari posisi akhir Mei 2016 yang sebesar US$ 103,6 miliar. Peningkatan cadev pada akhir Agustus tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan yang berasal dari pajak dan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menjelaskan, posisi cadangan devisa per akhir Agustus 2016 tersebut cukup untuk membiayai 8,7 bulan impor atau 8,3 bulan impor...

Cadangan Devisa Semakin Menguat

Gambar
Sumber: Bisnis Indonesia Veronika Yasinta JAKARTA—Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Agustus 2016 menembus US$113,5 miliar lebih tinggi US$2,1 miliar dari bulan sebelumnya terpengaruh kenaikan penerimaan pajak dan devisa migas. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Sagara mengatakan peningkatan itu dipengaruhi oleh penerimaan cadangan devisa yang berasal dari penerimaan pajak dan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo. Posisi cadangan devisa itu diklaim mampu membiayai 8,7 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.